Jakarta, 9 Mei 2026 – Perusahaan pengelola bandara nasional, InJourney Airports, optimistis mampu meraih pendapatan hingga Rp35 triliun dalam lima tahun ke depan melalui pengembangan bisnis non-aeronautika atau non-aero. Langkah tersebut dilakukan sebagai strategi memperkuat sumber pendapatan di luar layanan utama penerbangan.
Manajemen perusahaan menjelaskan bahwa bisnis non-aero kini menjadi salah satu fokus utama pengembangan bandara modern di berbagai negara. Selain mengandalkan pendapatan dari layanan penerbangan, bandara juga dinilai memiliki potensi besar sebagai pusat aktivitas ekonomi, perdagangan, hiburan, dan gaya hidup masyarakat.
Pengembangan bisnis non-aero mencakup berbagai sektor seperti pusat perbelanjaan, area kuliner, hotel, layanan digital, periklanan, logistik, hingga pengembangan kawasan komersial di sekitar bandara. InJourney Airports menilai transformasi tersebut penting untuk meningkatkan daya saing bandara Indonesia di tingkat internasional.
Pengamat transportasi udara menjelaskan bahwa tren pengembangan bisnis non-aero memang menjadi strategi global banyak operator bandara. Di sejumlah negara maju, kontribusi pendapatan non-aero bahkan disebut mampu melampaui pendapatan dari aktivitas penerbangan karena tingginya aktivitas komersial di kawasan bandara.
Selain memperkuat pendapatan perusahaan, pengembangan sektor non-aero juga dinilai dapat menciptakan peluang ekonomi baru dan membuka lapangan pekerjaan. Kawasan bandara modern kini tidak hanya berfungsi sebagai tempat transit penumpang, tetapi juga menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah sekitarnya.
InJourney Airports juga disebut terus mendorong inovasi layanan digital untuk meningkatkan pengalaman pengguna bandara. Penggunaan teknologi dinilai menjadi faktor penting dalam menarik minat masyarakat sekaligus meningkatkan efisiensi layanan dan aktivitas bisnis di area bandara.
Pengamat ekonomi menilai target pendapatan Rp35 triliun dalam lima tahun cukup ambisius, namun masih realistis apabila pertumbuhan sektor penerbangan dan pariwisata nasional terus meningkat. Pemulihan mobilitas masyarakat dan wisata internasional disebut menjadi faktor pendukung utama pertumbuhan industri kebandarudaraan.
Pemerintah sendiri terus mendorong transformasi sektor transportasi dan pariwisata sebagai bagian dari strategi penguatan ekonomi nasional. Dengan meningkatnya jumlah penumpang dan aktivitas perjalanan udara, bandara dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi pusat bisnis modern yang terintegrasi dengan berbagai sektor ekonomi lainnya.







