Jakarta, 9 Mei 2026 – Perusahaan teknologi Google menyebut kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) kini telah menjadi “top of mind” bagi masyarakat Indonesia. Istilah tersebut menggambarkan bahwa teknologi AI semakin sering dibicarakan, digunakan, dan menjadi perhatian utama publik dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Google, perkembangan teknologi AI di Indonesia mengalami peningkatan pesat seiring semakin luasnya penggunaan layanan digital di berbagai sektor. Masyarakat kini mulai mengenal AI tidak hanya melalui teknologi canggih, tetapi juga lewat fitur-fitur yang digunakan sehari-hari seperti pencarian internet, media sosial, penerjemah otomatis, hingga aplikasi produktivitas.
Perusahaan tersebut menilai antusiasme masyarakat Indonesia terhadap AI cukup tinggi karena teknologi ini dianggap mampu membantu pekerjaan, meningkatkan efisiensi, serta mempermudah aktivitas digital. Generasi muda disebut menjadi kelompok yang paling cepat beradaptasi dengan perkembangan kecerdasan buatan dalam berbagai bidang.
Pengamat teknologi menjelaskan bahwa perkembangan AI di Indonesia dipicu oleh meningkatnya penetrasi internet, penggunaan smartphone, dan pertumbuhan ekonomi digital yang sangat cepat dalam beberapa tahun terakhir. Banyak perusahaan kini mulai memanfaatkan AI untuk layanan pelanggan, pemasaran, analisis data, hingga pengembangan konten digital.
Di sisi lain, penggunaan AI juga mulai masuk ke sektor pendidikan, kesehatan, keuangan, dan industri kreatif. Banyak institusi memanfaatkan teknologi tersebut untuk mempercepat proses kerja dan meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.
Meski demikian, pengamat digital mengingatkan bahwa perkembangan AI juga membawa tantangan baru, terutama terkait keamanan data, etika penggunaan teknologi, dan potensi penyalahgunaan informasi. Karena itu, literasi digital dinilai penting agar masyarakat mampu memahami manfaat sekaligus risiko penggunaan AI.
Google juga menilai Indonesia memiliki potensi besar menjadi salah satu pasar teknologi AI terbesar di kawasan Asia Tenggara karena jumlah pengguna internet dan populasi digital yang sangat besar. Hal itu membuat berbagai perusahaan teknologi global semakin aktif menghadirkan layanan berbasis AI untuk pengguna di Indonesia.
Pemerintah sendiri terus mendorong pengembangan talenta digital dan literasi teknologi agar masyarakat mampu mengikuti perkembangan kecerdasan buatan secara produktif dan bertanggung jawab. Pengamat ekonomi digital menilai penguasaan teknologi AI dapat menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing Indonesia di era ekonomi digital global.







