Jakarta, 28 Oktober 2026 – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG kembali mendapatkan apresiasi atas komitmennya dalam menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik. Penghargaan dari Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD) tersebut menjadi bentuk pengakuan terhadap upaya perusahaan memperkuat transparansi, akuntabilitas, dan pengawasan dalam menjalankan kegiatan bisnis. Sebagai perusahaan milik negara yang bergerak di industri bahan bangunan, SIG menempatkan tata kelola sebagai salah satu fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan usaha. Penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) dinilai semakin relevan di tengah tantangan industri semen yang menghadapi persaingan ketat dan perubahan kebutuhan pasar. Melalui penguatan sistem pengawasan dan manajemen risiko, perusahaan berupaya memastikan setiap keputusan bisnis dijalankan secara bertanggung jawab. Penghargaan tersebut sekaligus menjadi dorongan bagi SIG untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan perusahaan sesuai standar yang berlaku.
IICD merupakan lembaga yang berfokus pada pengembangan praktik tata kelola perusahaan dan peningkatan kualitas kepemimpinan korporasi di Indonesia. Melalui berbagai kegiatan penilaian, pelatihan, dan penghargaan, lembaga tersebut mendorong perusahaan untuk menerapkan prinsip pengelolaan yang transparan serta memperhatikan kepentingan pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya. Penilaian tata kelola umumnya mencakup aspek keterbukaan informasi, perlindungan hak pemegang saham, tanggung jawab dewan komisaris dan direksi, serta kualitas pengawasan perusahaan. Penghargaan yang diberikan menjadi salah satu indikator pengakuan terhadap praktik tata kelola yang dinilai memenuhi kriteria tertentu. Namun, pencapaian tersebut tidak menghilangkan kebutuhan perusahaan untuk terus memperbaiki sistem pengendalian dan pengawasan internal. Bagi perusahaan terbuka seperti SIG, konsistensi penerapan tata kelola merupakan bagian penting dalam menjaga kepercayaan investor dan masyarakat.
Penghargaan yang diterima SIG pada tahun ini adalah kategori Best Responsibility of the Board dalam ajang The 17th IICD Corporate Governance Conference and Award 2026. Acara tersebut berlangsung di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta, pada 12 Oktober 2026 dengan mengusung tema Strengthening Market Confidence through Governance Excellence. Penghargaan diserahkan oleh Trustee Board IICD Andi Ilham Said kepada General Manager Corporate Legal and Compliance SIG Achmad Choiri. Kategori tersebut memberikan perhatian pada tanggung jawab organ perusahaan dalam menjalankan fungsi pengelolaan dan pengawasan secara efektif. Pengakuan tersebut menjadi salah satu capaian SIG dalam memperkuat penerapan tata kelola di seluruh kegiatan operasional. Perusahaan menilai pencapaian itu sebagai motivasi untuk mempertahankan standar pengelolaan bisnis yang bertanggung jawab.
SIG
Corporate Secretary SIG Vita Mahreyni menjelaskan bahwa penerapan tata kelola perusahaan yang baik telah menjadi bagian integral dalam seluruh aktivitas operasional dan proses bisnis perseroan. Menurutnya, SIG secara konsisten menjalankan lima prinsip utama GCG, yakni transparansi, akuntabilitas, pertanggungjawaban, kemandirian, dan kewajaran. Kelima prinsip tersebut menjadi pedoman dalam pengambilan keputusan dan pelaksanaan kegiatan usaha. Vita menilai tata kelola yang kuat membantu perusahaan menjaga keberlanjutan kinerja sekaligus meningkatkan kepercayaan para pemangku kepentingan. Ia juga menghubungkan penerapan GCG dengan upaya menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif di Indonesia. Melalui pengelolaan yang transparan dan bertanggung jawab, SIG berharap dapat memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Voi
Penerapan tata kelola di SIG tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kewajiban peraturan perundang-undangan, tetapi juga mendukung strategi bisnis jangka panjang. Perusahaan memiliki Komite Keberlanjutan yang bertugas membantu pengelolaan dan pemantauan kinerja keberlanjutan secara terstruktur. Komite tersebut mendukung pelaksanaan berbagai program yang tercantum dalam SIG Sustainability Roadmap 2030. Melalui mekanisme ini, perusahaan berupaya mengintegrasikan aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial dalam proses pengambilan keputusan. Pengelolaan keberlanjutan menjadi semakin penting karena industri semen berkaitan erat dengan penggunaan energi, pemanfaatan sumber daya alam, serta pengendalian dampak lingkungan. SIG menilai keterpaduan antara tata kelola dan agenda keberlanjutan diperlukan untuk menjaga ketahanan perusahaan menghadapi perubahan industri.
SIG
Dalam mengevaluasi kualitas tata kelola, SIG menggunakan sejumlah acuan yang diakui secara nasional maupun regional. Salah satunya adalah ASEAN Corporate Governance Scorecard atau ACGS yang digunakan untuk menilai penerapan prinsip tata kelola pada perusahaan terbuka. Selain itu, perusahaan mengacu pada peraturan Otoritas Jasa Keuangan dan ketentuan lain yang berkaitan dengan pengelolaan emiten. Berdasarkan hasil penilaian yang dilaporkan perusahaan pada 2025, SIG memperoleh skor GCG sebesar 102,67 dengan predikat Leadership in Corporate Governance. Hasil tersebut menunjukkan capaian penilaian yang digunakan perusahaan untuk memantau kualitas penerapan tata kelola. Evaluasi berkala juga membantu mengidentifikasi aspek yang masih memerlukan perbaikan agar sistem pengawasan dan pengelolaan dapat terus ditingkatkan.
SIG
Penguatan tata kelola turut dikaitkan SIG dengan perkembangan kinerja operasional dan keuangan perusahaan. Pada semester pertama 2026, SIG mencatat volume penjualan total sebesar 18,28 juta ton atau meningkat 5,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan perusahaan juga mengalami pertumbuhan sebesar 13,1 persen secara tahunan menjadi Rp17,65 triliun. Sementara itu, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp228 miliar, meningkat sekitar 471 persen dibandingkan semester pertama 2025. Perusahaan menilai pencapaian tersebut mencerminkan kemampuan mempertahankan momentum pertumbuhan di tengah tantangan industri. Meski demikian, perkembangan kinerja keuangan dipengaruhi berbagai faktor, sehingga tidak dapat hanya dikaitkan dengan penerapan tata kelola perusahaan.
SIG
Penyelenggaraan IICD Corporate Governance Conference and Award 2026 menjadi bagian dari upaya mendorong peningkatan kualitas tata kelola emiten di pasar modal Indonesia. Dalam penyelenggaraan ke-17 tersebut, IICD memberikan penghargaan kepada 35 perusahaan berdasarkan asesmen menggunakan metodologi ASEAN Corporate Governance Scorecard. Penerima penghargaan terdiri atas 20 emiten dengan kapitalisasi pasar besar dan 15 emiten dengan kapitalisasi pasar menengah. IICD juga mengumumkan kelompok 50 perusahaan pada masing-masing kategori kapitalisasi sebagai bentuk apresiasi terhadap praktik tata kelola. Penilaian tersebut menekankan pentingnya tanggung jawab perusahaan, transparansi informasi, dan perlindungan kepentingan pemegang saham. Melalui kegiatan ini, IICD berupaya mendorong kepercayaan investor terhadap perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.
ANTARA News
Sebelum memperoleh penghargaan IICD, SIG juga menerima Katadata ESG Insight Award 2026 untuk kategori Tata Kelola sektor Material Konstruksi. Penghargaan tersebut diserahkan dalam kegiatan Katadata Sustainability Action for the Future Economy 2026 pada September lalu. Penilaian dilakukan dengan memperhatikan informasi dan dokumen yang dipublikasikan perusahaan mengenai aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola. Dalam pengembangan strategi keberlanjutan, SIG juga menggunakan kerangka Task Force on Climate-related Financial Disclosures untuk mendukung identifikasi serta pengelolaan risiko terkait perubahan iklim. Langkah tersebut menunjukkan upaya perusahaan memperluas penerapan tata kelola hingga mencakup persoalan lingkungan dan keberlanjutan bisnis. Rangkaian penghargaan yang diterima menjadi bentuk pengakuan eksternal terhadap sejumlah kebijakan yang telah dijalankan perusahaan.
SIG
Pencapaian SIG dalam ajang IICD Corporate Governance Award 2026 memperkuat perhatian perusahaan terhadap pentingnya pengelolaan bisnis yang transparan dan akuntabel. Penghargaan Best Responsibility of the Board menjadi salah satu indikator pengakuan terhadap pelaksanaan tanggung jawab perusahaan dalam menjalankan fungsi pengelolaan dan pengawasan. Ke depan, tantangan SIG adalah mempertahankan kualitas tata kelola sambil menghadapi dinamika pasar semen, kebutuhan efisiensi, serta tuntutan pembangunan berkelanjutan. Perusahaan juga perlu memastikan kebijakan yang telah disusun dapat diterapkan secara konsisten di seluruh unit usaha. Evaluasi berkelanjutan dan keterbukaan informasi menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan pemegang saham, investor, serta masyarakat. Dengan menjadikan tata kelola sebagai bagian dari strategi bisnis, SIG berupaya memperkuat daya saing sekaligus menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.




