Jakarta, 31 Oktober 2026 – Kalangan legislator mendorong generasi muda Indonesia untuk memanfaatkan perkembangan industri gim sebagai peluang membangun usaha, meningkatkan keterampilan digital, dan menciptakan sumber pendapatan baru. Industri gim dinilai memiliki potensi ekonomi yang luas karena tidak hanya berkaitan dengan aktivitas bermain, tetapi juga melibatkan pengembangan perangkat lunak, desain visual, animasi, pemasaran, dan produksi konten digital. Anak muda diharapkan mampu melihat industri tersebut sebagai ruang untuk berkarya sekaligus mengembangkan kemampuan profesional yang dibutuhkan dalam ekonomi modern. Peluang ini semakin relevan seiring meningkatnya penggunaan teknologi digital dan berkembangnya komunitas gim di berbagai daerah. Namun, pemanfaatan peluang ekonomi membutuhkan kreativitas, keterampilan teknis, serta pemahaman mengenai kebutuhan pasar. Karena itu, penguatan sumber daya manusia menjadi salah satu aspek penting agar generasi muda tidak hanya berperan sebagai konsumen, tetapi juga mampu menghasilkan produk dan layanan yang memiliki nilai ekonomi.
Perkembangan industri gim telah membuka berbagai bidang pekerjaan yang sebelumnya belum banyak dikenal masyarakat. Selain menjadi pengembang permainan, generasi muda dapat menekuni profesi sebagai ilustrator digital, perancang karakter, penulis cerita interaktif, pengembang audio, hingga penguji kualitas perangkat lunak. Kegiatan produksi gim juga membutuhkan tenaga profesional di bidang manajemen proyek, analisis data, pemasaran digital, dan pengelolaan komunitas. Keberagaman profesi tersebut menunjukkan bahwa industri gim tidak hanya diperuntukkan bagi mereka yang memiliki kemampuan pemrograman. Anak muda dengan latar belakang seni, komunikasi, bisnis, dan teknologi memiliki kesempatan untuk berkontribusi sesuai keahlian masing-masing. Kolaborasi lintas bidang menjadi kebutuhan penting karena pengembangan sebuah permainan melibatkan berbagai tahapan yang saling berkaitan. Dengan memahami struktur industri secara menyeluruh, generasi muda dapat menentukan jalur pengembangan keterampilan yang sesuai dengan minat dan kemampuan mereka.
Peluang ekonomi dari industri gim juga berkaitan dengan meningkatnya kebutuhan terhadap produk digital yang memiliki identitas dan kreativitas lokal. Indonesia memiliki kekayaan budaya, cerita rakyat, seni tradisional, serta karakter masyarakat yang dapat menjadi inspirasi dalam pengembangan permainan. Unsur-unsur tersebut berpotensi menghasilkan karya dengan ciri khas yang membedakannya dari produk internasional. Pengembang lokal dapat memanfaatkan kekayaan budaya sebagai dasar penciptaan karakter, latar cerita, dan pengalaman interaktif yang menarik. Namun, keberhasilan produk tetap membutuhkan kualitas teknis, kenyamanan pengguna, dan strategi pemasaran yang sesuai dengan sasaran pasar. Kreativitas perlu didukung riset agar permainan yang dihasilkan tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mampu memberikan pengalaman yang konsisten. Apabila dikembangkan secara profesional, produk gim lokal berpeluang menjangkau pengguna di dalam negeri maupun pasar internasional.
Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini menyampaikan dorongan tersebut dalam kegiatan bertajuk Membangun Kemajuan Daerah melalui Dunia Gim yang berlangsung di Aula PHD Nusantara, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, pada Jumat, 30 Oktober 2026. Kegiatan itu turut menghadirkan perwakilan Kementerian Ekonomi Kreatif dan praktisi industri gim untuk memperkenalkan peluang ekonomi digital kepada masyarakat. Novita menekankan pentingnya perubahan pola pikir generasi muda dari sekadar menikmati permainan menjadi pihak yang mampu menciptakan karya. Menurutnya, hobi dapat menjadi titik awal untuk mempelajari keterampilan yang kemudian dikembangkan menjadi produk atau jasa bernilai ekonomi. Ia juga menilai bahwa kesempatan memasuki industri kreatif tidak hanya tersedia bagi masyarakat di kota besar, tetapi dapat dimanfaatkan oleh anak muda di daerah. Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan memperoleh gambaran mengenai keterampilan yang diperlukan serta kemungkinan membangun usaha berbasis teknologi digital. ANTARA News
Novita turut menyoroti potensi Kabupaten Trenggalek sebagai sumber inspirasi bagi pengembangan gim yang mengangkat kekayaan daerah. Cerita rakyat, sejarah lokal, budaya, keindahan alam, dan aktivitas pertanian dapat diolah menjadi unsur cerita maupun desain permainan digital. Pendekatan tersebut dinilai dapat membantu memperkenalkan identitas daerah kepada masyarakat yang lebih luas melalui media interaktif. Pengembangan gim dengan karakter lokal juga berpotensi menciptakan kesempatan kerja bagi ilustrator, penulis cerita, animator, dan pelaku usaha kreatif lainnya. Namun, proses pengembangan tetap memerlukan kemampuan teknis dan pemahaman mengenai kebutuhan pengguna agar produk mampu bersaing di pasar. Kolaborasi antara kreator digital, pelaku usaha, dan komunitas lokal dapat membantu memperkuat kualitas karya sekaligus memperluas peluang pemasaran. Dengan demikian, industri gim dapat menjadi salah satu sarana untuk menghubungkan potensi budaya daerah dengan aktivitas ekonomi kreatif modern. ANTARA News
Meski memiliki peluang ekonomi yang besar, Novita mengingatkan bahwa pengembangan industri gim harus disertai pendampingan dan penggunaan teknologi secara bertanggung jawab. Literasi digital, keamanan internet, etika penggunaan teknologi, dan pengelolaan waktu menjadi aspek yang perlu diperhatikan oleh generasi muda. Pemahaman tersebut diperlukan agar aktivitas digital dapat memberikan manfaat produktif tanpa mengganggu pendidikan, kesehatan, maupun kehidupan sosial. Pemerintah desa, komunitas, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lainnya diharapkan membuka ruang pembelajaran serta kerja sama untuk meningkatkan keterampilan masyarakat. Bentuk dukungan dapat mencakup pelatihan desain digital, pemrograman dasar, pengembangan konten, hingga pengelolaan usaha kreatif. Kegiatan pembelajaran yang berkelanjutan juga penting untuk membantu peserta mengubah pengetahuan awal menjadi kemampuan yang dapat digunakan dalam pekerjaan atau kegiatan usaha. Melalui dukungan tersebut, anak muda di daerah diharapkan memiliki kesempatan lebih luas untuk memasuki industri gim secara profesional. ANTARA News
Dorongan kepada generasi muda untuk memanfaatkan industri gim sejalan dengan kebutuhan memperkuat daya saing ekonomi kreatif Indonesia. Besarnya jumlah pengguna permainan digital di dalam negeri menunjukkan adanya pasar yang dapat dimanfaatkan oleh pengembang lokal, meskipun persaingan dengan produk internasional tetap menjadi tantangan. Peningkatan kualitas sumber daya manusia, akses pembiayaan, dan penguatan ekosistem usaha diperlukan agar lebih banyak karya dalam negeri mampu berkembang. Lembaga pendidikan juga memiliki peran dalam memperkenalkan keterampilan digital yang sesuai dengan kebutuhan industri, sementara pemerintah dapat membantu membuka akses pelatihan dan kolaborasi. Bagi generasi muda Trenggalek, pesan yang disampaikan Novita menjadi ajakan untuk melihat teknologi sebagai sarana memperkenalkan potensi daerah sekaligus membangun kemandirian ekonomi. Keberhasilan memanfaatkan peluang tersebut akan bergantung pada kemampuan belajar, menghasilkan karya, dan mengembangkan jaringan kerja secara berkelanjutan. Dengan dukungan berbagai pihak, industri gim diharapkan dapat menjadi ruang pertumbuhan kreativitas, kewirausahaan, dan kesempatan kerja baru bagi masyarakat daerah.




