Jakarta, 19 September 2026 – Alter Ego menghadirkan kolaborasi terbaru bersama DJ LadyDrie melalui EP bertajuk Duality. Proyek tersebut lahir dari kesamaan selera musik dan chemistry yang muncul ketika keduanya bekerja sama. Meski memiliki identitas musikal yang berbeda, Alter Ego dan LadyDrie menemukan sejumlah titik temu yang kemudian dikembangkan menjadi sebuah karya bersama. Nama Duality dipilih untuk menggambarkan pertemuan dua karakter tersebut dalam satu proyek musik. Alih-alih menghilangkan ciri khas masing-masing, keduanya justru mempertahankan perbedaan tersebut sebagai bagian utama dari konsep EP. Hasilnya diarahkan menjadi karya yang energik sekaligus membawa suasana menyenangkan bagi pendengar.
LadyDrie membawa karakter sebagai DJ dengan nuansa groovy, uplifting, dan feminine dalam kolaborasi tersebut. Sementara itu, Alter Ego hadir dengan pendekatan yang lebih punchy, bold, energetic, serta unpredictable. Perbedaan karakter itu tidak dipandang sebagai hambatan ketika mereka memasuki proses produksi. Sebaliknya, masing-masing diberikan ruang untuk mempertahankan identitas musikalnya. Pendekatan tersebut membuat Duality tidak berusaha menjadikan Alter Ego terdengar seperti LadyDrie ataupun sebaliknya. Konsepnya justru dibangun dengan mempertemukan dua warna berbeda dalam satu musik yang mempunyai arah sama.
LadyDrie menjelaskan chemistry menjadi salah satu alasan kolaborasi tersebut dapat berjalan. Kesamaan passion terhadap musik membuat keduanya relatif mudah menemukan titik yang ingin dieksplorasi bersama. Identitas yang berbeda tidak membuat proses pencarian suara menjadi kaku karena mereka mempunyai referensi dan selera yang dapat dipertemukan. Dari situ, berbagai ide mulai ditukar dan diuji untuk mengetahui mana yang paling sesuai dengan konsep proyek. Beberapa gagasan dapat langsung digunakan, sedangkan bagian lainnya harus kembali dirombak sebelum mendapatkan bentuk yang diinginkan. Proses eksperimen tersebut akhirnya menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter Duality.
Alter Ego juga menekankan bahwa kolaborasi tersebut tidak dibangun berdasarkan keinginan untuk menentukan karakter musik siapa yang lebih dominan. Keduanya ingin warna Alter Ego maupun LadyDrie tetap dapat dikenali ketika berada dalam satu lagu. Pendekatan tersebut membuat setiap elemen memiliki fungsi dalam menciptakan keseimbangan keseluruhan proyek. Energi yang lebih kuat dari Alter Ego dipertemukan dengan sentuhan groovy dan uplifting yang dibawa LadyDrie. Perpaduan itu kemudian digunakan untuk menciptakan materi yang dekat dengan suasana lantai dansa. Dengan demikian, judul Duality sekaligus menjadi representasi dari proses kreatif dan hasil akhir kolaborasi mereka.
EP Duality berisi tiga lagu, yakni Papi Lova, Obsession, dan Shake It!. Ketiga materi tersebut dirancang dengan atmosfer berbeda sehingga pendengar tidak mendapatkan pengalaman yang sama dari awal hingga akhir. Papi Lova membawa karakter yang lebih playful dan ringan. Sementara Obsession menonjolkan nuansa groovy yang menjadi salah satu elemen penting dalam kolaborasi ini. Lagu Shake It! kemudian hadir dengan energi yang lebih langsung dan diarahkan untuk membuat pendengar bergerak mengikuti musik. Perbedaan mood dari ketiga lagu tersebut menjadi cara Alter Ego dan LadyDrie memperlihatkan berbagai sisi dari konsep Duality.
Proses pengerjaan EP tersebut disebut berlangsung dalam suasana yang menyenangkan. Kesamaan selera membuat Alter Ego dan LadyDrie dapat dengan cepat mengetahui ide yang cocok maupun bagian yang harus ditinggalkan. Mereka melakukan pertukaran gagasan, mencoba berbagai kemungkinan, kemudian membongkar kembali materi apabila hasilnya belum sesuai. Cara kerja tersebut memberikan ruang cukup besar untuk bereksperimen tanpa harus terpaku pada satu formula sejak awal. Justru melalui proses mencoba dan mengubah itulah mereka menemukan karakter suara yang dianggap paling tepat. Pengalaman tersebut juga membuat proyek kolaborasi tidak hanya berorientasi pada hasil akhir, tetapi turut menjadi ruang eksplorasi musikal bagi keduanya.
Suasana bersenang-senang kemudian menjadi benang merah yang ingin dibawa kepada pendengar. LadyDrie mengatakan mereka ingin orang-orang yang mendengarkan musik tersebut dapat merasa senang dan menikmati pengalaman seperti ketika berada di lantai dansa. Karena itu, energi dari setiap lagu menjadi elemen yang mendapatkan perhatian besar. Pendengar tidak hanya diarahkan untuk memperhatikan perpaduan dua karakter musikal, tetapi juga menikmati ritme dan atmosfer yang dibangun. Konsep tersebut sesuai dengan karakter LadyDrie sebagai DJ sekaligus energi yang dibawa Alter Ego. Duality pada akhirnya ditempatkan sebagai proyek yang tidak ingin terasa terlalu rumit untuk dinikmati.
Kolaborasi ini juga membuka ruang bagi Alter Ego dan LadyDrie untuk melanjutkan eksplorasi setelah Duality. Keduanya telah mempunyai beberapa gagasan yang ingin dikembangkan untuk proyek berikutnya. Mereka memberi sinyal bahwa musik baru dan kemungkinan eksplorasi yang lebih luas masih dapat hadir setelah perilisan EP tersebut. Keinginan untuk tampil di lantai dansa yang lebih besar juga menjadi bagian dari harapan terhadap perjalanan kolaborasi ini. Meski demikian, fokus utama saat ini tetap diarahkan agar pendengar menikmati tiga lagu yang telah mereka siapkan. Respons terhadap Duality nantinya dapat menjadi bagian dari perjalanan berikutnya bagi kedua pihak.
Kehadiran Duality memperlihatkan bagaimana dua identitas musikal dapat dipertahankan ketika dipertemukan dalam sebuah proyek bersama. Alter Ego tidak meninggalkan karakter energik dan penuh kejutan yang mereka bawa, sementara LadyDrie tetap mempertahankan nuansa groovy, uplifting, dan feminine sebagai seorang DJ. Perbedaan tersebut justru menjadi fondasi utama dari tiga lagu yang disajikan dalam EP. Papi Lova, Obsession, dan Shake It! memberikan interpretasi berbeda terhadap konsep yang sama, yakni musik yang dibuat untuk dinikmati dengan suasana menyenangkan. Alter Ego dan LadyDrie pun tidak menutup kemungkinan untuk membawa chemistry tersebut menuju karya lain pada masa mendatang. Untuk saat ini, Duality menjadi langkah awal mereka dalam mempertemukan dua karakter berbeda di satu lantai dansa.




