Jakarta, 18 September 2026 – Dewi Gita kembali menarik perhatian publik setelah namanya ramai dibicarakan bersama sejumlah figur yang pernah menjadi sinden dalam program televisi Opera Van Java. Pemilik nama Dewi Yuliarti Ningsih tersebut lahir di Bandung, Jawa Barat, pada 28 Juli 1970. Memasuki usia 56 tahun pada 2026, Dewi telah menjalani perjalanan panjang di industri hiburan Indonesia sebagai penyanyi, penari, aktris, hingga pengisi bagian sinden dalam program televisi. Karakter vokalnya membuat namanya dikenal sejak akhir dekade 1980-an dan terus bertahan melewati berbagai perubahan industri musik. Di luar aktivitas profesional, Dewi juga dikenal sebagai istri vokalis GIGI, Armand Maulana. Keduanya menjadi salah satu pasangan musisi yang telah menjalani kehidupan rumah tangga selama lebih dari tiga dekade.
Perjalanan seni Dewi sebenarnya tidak bermula dari dunia tarik suara. Sejak kecil, ia lebih dahulu mempelajari tari dan mengikuti pendidikan serta latihan tari di Bandung. Dewi pernah menceritakan dirinya mulai berlatih menari sejak sekitar usia sembilan tahun karena sang ibu juga mempunyai latar belakang sebagai penari. Ketertarikannya terhadap seni tari kemudian berkembang hingga ia melanjutkan pendidikan di Akademi Seni Tari yang kini dikenal sebagai Institut Seni Budaya Indonesia Bandung. Bernyanyi justru baru ditekuni secara lebih serius ketika usianya sekitar 18 tahun. Pengalaman panjang di dunia tari tersebut membuat Dewi memiliki dasar seni pertunjukan yang kemudian melengkapi perjalanan kariernya sebagai penyanyi.
Kemampuan vokal Dewi mulai mendapatkan pengakuan setelah dirinya mengikuti sejumlah kompetisi. Ia tercatat meraih prestasi di Festival Pop Singer Jawa Barat dan kompetisi keroncong Jawa Barat pada 1988. Setahun kemudian, Dewi juga meraih prestasi dalam ajang Bintang Radio dan Televisi Jawa Barat. Rangkaian kompetisi tersebut membuka jalan baginya memasuki industri musik profesional. Pada 1990, Dewi memperkenalkan singel “Jujur” yang menjadi salah satu karya awal dalam perjalanan rekamannya. Setelah itu, namanya semakin dikenal melalui berbagai karya dan penampilan di panggung musik nasional.
Dewi kemudian menghasilkan sejumlah karya seperti “Penari”, serta album dan lagu lain yang memperluas perjalanan bermusiknya. “Penari” menjadi salah satu karya yang paling melekat dengan namanya dan mencapai popularitas besar pada era 1990-an. Kariernya tidak selalu berjalan tanpa tantangan karena Dewi pernah merasa perkembangan musiknya mengalami kebuntuan. Pada 2009, ia bahkan sempat mempertimbangkan untuk berhenti bernyanyi karena merasa belum menemukan kembali identitas kuat setelah keberhasilan karya-karya sebelumnya. Armand Maulana menjadi salah satu orang yang mendorongnya untuk tetap mempertahankan kemampuan bernyanyi yang telah dibangun selama bertahun-tahun. Dukungan tersebut kemudian bertepatan dengan datangnya kesempatan baru yang membawa Dewi memasuki panggung televisi dengan karakter berbeda.
Kesempatan tersebut datang melalui Opera Van Java atau OVJ. Dewi mendapatkan tawaran untuk mengisi posisi sinden ketika Rina Nose harus memusatkan perhatian pada kegiatan lainnya. Dari program tersebut, sosok Dewi kemudian semakin lekat dengan sebutan sinden di mata sebagian penonton televisi. Dokumentasi menunjukkan dirinya telah tampil dalam posisi tersebut setidaknya sejak 2010 dan masih tercatat dalam produksi OVJ beberapa tahun berikutnya. Kehadiran Dewi memberikan warna tersendiri karena pengalaman sebagai penyanyi pop dipadukan dengan unsur musik tradisional yang menjadi bagian dari konsep acara. Program tersebut sekaligus memperkenalkan sisi musikal Dewi kepada generasi penonton yang mungkin tidak mengikuti perjalanan awal kariernya pada era 1990-an.
Meski dikenal luas sebagai sinden OVJ, Dewi pernah mengatakan dirinya sebenarnya merasa sungkan apabila disebut sebagai sinden dalam pengertian profesional. Ia mengakui tidak mempunyai dasar menyinden sedalam para seniman tradisional yang secara khusus mempelajari bidang tersebut. Namun, Dewi melihat penampilannya dapat menjadi salah satu jalan untuk membuat masyarakat lebih mengenal seni sinden dan para pelakunya. Kemampuannya membawakan tembang Sunda serta menyesuaikan vokal dengan format pertunjukan tradisional memperlihatkan fleksibilitas musikal yang dimilikinya. Pengalaman itu akhirnya menjadi bagian penting dari perjalanan karier Dewi. Bahkan ketika sempat mempertimbangkan meninggalkan dunia tarik suara, aktivitas rutin bernyanyi di OVJ justru membawanya memasuki fase baru dalam industri hiburan.
Selain musik dan program televisi, Dewi pernah menjajal dunia seni peran. Ia tercatat bermain dalam sinetron “Lobi-Lobi” pada era 1990-an sebelum kemudian lebih memusatkan perhatian pada keluarga setelah menikah. Dewi juga tetap menghasilkan karya musik setelah menjalani kehidupan rumah tangga. Pada 2005, ia kembali melalui singel “Ternyata”, kemudian pada 2010 merilis album “DEGI” yang diproduserinya sendiri dengan “Maaf” sebagai salah satu karya andalan. Perjalanan tersebut menunjukkan karier Dewi tidak bergerak hanya melalui satu jalur. Musik pop, seni tari, akting, hingga penampilan bernuansa tradisional menjadi bagian dari identitasnya sebagai pekerja seni.
Kehidupan pribadi Dewi juga tidak dapat dilepaskan dari Armand Maulana. Keduanya menikah pada 11 Januari 1994 di Bandung dan pada Januari 2026 telah menjalani pernikahan selama 32 tahun. Tanggal pernikahan tersebut bahkan memiliki tempat tersendiri dalam perjalanan musik Armand bersama GIGI melalui lagu berjudul “11 Januari”. Dari pernikahan itu, Dewi dan Armand dikaruniai seorang putri bernama Naja Dewi Maulana yang lahir pada 2001. Di tengah kesibukan masing-masing dalam industri musik, keduanya mempertahankan rumah tangga sambil tetap menjalani aktivitas profesional. Dewi pernah menyebut keberadaan humor dalam rumah tangga menjadi salah satu unsur yang membantu mereka menghadapi berbagai persoalan bersama.
Penampilan Dewi dalam berbagai kesempatan juga kerap mendapatkan perhatian publik. Pada usia 56 tahun, ia masih aktif membagikan aktivitas dan penampilannya melalui media sosial. Sejumlah potret memperlihatkan Dewi tampil dengan busana modern, sementara kesempatan lainnya menunjukkan dirinya mengenakan pakaian bernuansa tradisional yang mengingatkan publik pada perjalanan kariernya sebagai pengisi sinden. Perubahan gaya tersebut sejalan dengan kiprahnya yang sejak awal tidak terbatas pada satu bentuk seni. Ia dapat tampil sebagai penyanyi pop di panggung musik sekaligus membawakan materi dengan sentuhan tradisional ketika berada dalam format pertunjukan berbeda. Keragaman itulah yang membuat sosok Dewi tetap mempunyai tempat tersendiri setelah lebih dari tiga dekade berkecimpung di industri hiburan.
Perjalanan Dewi Gita memperlihatkan bagaimana seorang pekerja seni dapat terus beradaptasi tanpa sepenuhnya meninggalkan fondasi karier yang telah dibangun sejak muda. Berawal dari kecintaannya terhadap tari, ia berkembang menjadi penyanyi melalui berbagai kompetisi sebelum dikenal luas lewat karya-karya musiknya. Ketika sempat mempertimbangkan untuk meninggalkan dunia tarik suara, kesempatan tampil di Opera Van Java justru membuka jalur baru dan membuatnya dikenal pula melalui peran sebagai sinden. Di luar panggung, kehidupan rumah tangganya bersama Armand Maulana yang telah berjalan lebih dari tiga dekade turut menjadi bagian yang melekat dengan profilnya. Dewi juga tetap aktif berkarya dan tampil di berbagai kesempatan setelah melewati perubahan generasi dalam industri hiburan Indonesia. Kombinasi perjalanan sebagai penari, penyanyi, aktris, dan pengisi sinden membuat namanya terus dikenal hingga saat ini.




