Jakarta, 2 September 2026 – Tarra Budiman membagikan cerita mengenai tingkah salah satu anaknya yang mulai menunjukkan karakter berbeda dalam keseharian. Salah satu hal yang membuatnya cukup pusing adalah sang anak yang enggan mengenakan seragam ketika hendak berangkat ke sekolah. Bagi Tarra, persoalan tersebut bukan sekadar soal pakaian, tetapi juga menjadi bagian dari proses memahami karakter dan keinginan anak.
Tarra mengaku sang anak memiliki kepribadian yang cukup kuat sejak usia dini. Keinginannya untuk memilih sendiri pakaian yang dikenakan menjadi salah satu bentuk sikap mandiri yang mulai terlihat. Namun, di sisi lain, terdapat aturan sekolah yang tetap harus dipatuhi sehingga Tarra dan keluarga perlu mencari cara agar keinginan anak tidak berbenturan dengan ketentuan yang berlaku.
Menurut Tarra, anaknya memang memiliki kecenderungan untuk melakukan sesuatu dengan cara yang berbeda dibandingkan orang lain. Ia bahkan menggambarkan sang anak sebagai sosok yang anti-mainstream. Karakter tersebut terkadang membuat Tarra merasa gemas sekaligus kewalahan ketika harus menjelaskan bahwa ada situasi tertentu yang mengharuskan anak mengikuti aturan.
Bagi Tarra, menghadapi anak dengan karakter seperti itu membutuhkan pendekatan yang tidak selalu bisa dilakukan dengan cara memaksa. Ia menyadari bahwa setiap anak memiliki sifat dan cara mengekspresikan diri yang berbeda. Karena itu, orangtua perlu mengetahui kapan harus memberikan ruang untuk anak menentukan pilihan dan kapan harus memberikan pemahaman mengenai aturan yang harus dipatuhi.
Keengganan memakai seragam juga menjadi salah satu pengalaman bagi Tarra dalam menjalankan perannya sebagai ayah. Hal-hal sederhana seperti menentukan pakaian untuk sekolah ternyata dapat menjadi persoalan tersendiri ketika anak sudah memiliki pilihan dan keinginannya sendiri. Kondisi tersebut membuat komunikasi antara orangtua dan anak menjadi penting agar keputusan yang diambil tidak hanya berdasarkan keinginan salah satu pihak.
Tarra tampaknya memilih menghadapi situasi tersebut dengan memahami karakter anak terlebih dahulu. Ia tidak ingin perbedaan sifat yang dimiliki sang anak justru dianggap sebagai sesuatu yang sepenuhnya negatif. Menurutnya, sikap berani memiliki pilihan sendiri juga dapat menjadi sisi positif apabila diarahkan dengan baik.
Di tengah kesibukannya sebagai figur publik sekaligus ayah, Tarra berusaha tetap mengikuti perkembangan anak-anaknya. Ia menyadari bahwa fase pertumbuhan anak akan terus menghadirkan cerita baru, termasuk berbagai kebiasaan yang terkadang membuat orangtua bingung. Namun, pengalaman tersebut sekaligus menjadi bagian dari perjalanan keluarga dalam belajar memahami satu sama lain.
Cerita mengenai anak yang enggan memakai seragam tersebut pun memperlihatkan sisi lain kehidupan Tarra Budiman sebagai seorang ayah. Di balik aktivitasnya di dunia hiburan, ia juga menghadapi persoalan sehari-hari yang cukup dekat dengan pengalaman banyak orangtua. Sikap anak yang disebutnya anti-mainstream menjadi tantangan tersendiri, tetapi juga menjadi warna dalam kehidupan keluarga Tarra.




