Jakarta, 21 September 2026 – Kasus pembunuhan sosialita dan model Hong Kong Abby Choi Tin-fung kembali menjadi perhatian setelah persidangan terhadap mantan suami serta dua mantan anggota keluarganya dijadwalkan dimulai di Pengadilan Tinggi Hong Kong pada Senin, 21 September 2026. Kasus tersebut sempat mengguncang Hong Kong dan menjadi perhatian internasional ketika sebagian jasad Choi ditemukan dalam kondisi termutilasi pada Februari 2023. Mantan suaminya, Alex Kwong Kong-chi, bersama ayahnya Kwong Kau dan kakaknya Anthony Kwong Kong-kit menghadapi dakwaan pembunuhan. Ketiganya juga didakwa mencegah pemakaman jenazah secara sah. Persidangan diperkirakan berlangsung sekitar 45 hari dan dapat berlanjut hingga Desember.
Abby Choi berusia 28 tahun ketika dilaporkan hilang pada 21 Februari 2023. Tiga hari kemudian, polisi menemukan sebagian jasadnya di sebuah rumah desa tiga lantai di Lung Mei Tsuen, Tai Po, Hong Kong. Penemuan tersebut menjadi awal terungkapnya kasus yang kemudian mendapat perhatian luas karena kondisi jasad korban dan rangkaian penyelidikan yang melibatkan sejumlah anggota keluarga mantan suaminya. Polisi melakukan pencarian besar-besaran untuk menemukan bagian tubuh korban yang belum ditemukan sekaligus mengumpulkan barang bukti. Penyelidikan kemudian mengarah kepada Alex Kwong dan keluarganya.
Sebelum meninggal, Choi dikenal sebagai sosialita, model, sekaligus influencer yang aktif dalam industri mode. Ia pernah menghadiri Paris Fashion Week serta tampil dalam sejumlah publikasi mode internasional. Choi juga berasal dari keluarga berada dan dilaporkan memiliki kekayaan pribadi lebih dari HK$100 juta. Kehidupannya yang dekat dengan industri mode membuat kasus kematiannya dengan cepat mendapatkan perhatian publik di luar Hong Kong. Choi diketahui pernah menikah dengan Alex ketika masih muda dan memiliki dua anak dari hubungan tersebut. Setelah berpisah, ia tetap disebut memiliki hubungan dengan keluarga mantan suaminya dan memberikan sejumlah dukungan finansial kepada mereka.
Perselisihan mengenai sebuah properti mewah menjadi salah satu aspek yang diselidiki polisi sebagai kemungkinan latar belakang kasus. Choi dilaporkan membeli properti bernilai sekitar HK$70 juta di kawasan Kadoorie Hill dengan menggunakan nama mantan ayah mertuanya. Ia kemudian berencana menjual properti tersebut dan disebut bersedia mencarikan tempat tinggal lain bagi keluarga mantan suaminya. Rencana penjualan itu mendapat penolakan dan memicu perselisihan. Polisi pada awal penyelidikan menyatakan terdapat sengketa keuangan dalam jumlah besar antara Choi dan keluarga mantan suaminya. Namun, dugaan mengenai motif tersebut tetap merupakan bagian dari perkara yang harus diuji melalui proses persidangan.
Alex Kwong ditangkap pada 25 Februari 2023 ketika diduga berusaha meninggalkan Hong Kong melalui sebuah terminal feri. Polisi kemudian mendakwa Alex, ayahnya Kwong Kau, dan kakaknya Anthony dengan pembunuhan. Ketiganya kini masing-masing telah berusia 31, 68, dan 35 tahun. Selain dakwaan pembunuhan, mereka menghadapi dakwaan bersama berupa mencegah pemakaman jasad secara sah. Dalam sistem hukum Hong Kong, perkara pembunuhan tersebut akan diputus melalui persidangan dengan juri. Jika dinyatakan bersalah atas pembunuhan, terdakwa dapat menghadapi hukuman penjara seumur hidup berdasarkan ketentuan yang berlaku di Hong Kong.
Mantan ibu mertua Choi, Jenny Li Sui-heung, menghadapi perkara berbeda yang berkaitan dengan upaya menghalangi proses hukum. Pada September 2025, ia dinyatakan bersalah karena menghalangi penyelidikan polisi dengan menyembunyikan informasi mengenai Alex Kwong. Pengadilan mendengar bahwa Li mengetahui putranya telah menjadi buronan sejak perkara pencurian pada 2015, tetapi memberikan informasi menyesatkan ketika polisi menyelidiki hilangnya Choi. Perkara tersebut diproses terpisah dari persidangan pembunuhan terhadap tiga anggota keluarga lainnya. Perkembangan itu semakin menambah panjang proses hukum yang telah berlangsung lebih dari tiga tahun sejak Choi ditemukan meninggal.
Sementara itu, Alex sebelumnya juga memiliki perkara hukum lain yang tidak berkaitan langsung dengan dakwaan pembunuhan Choi. Pada Juni 2024, ia dijatuhi hukuman tiga tahun enam bulan penjara dalam perkara pencurian dan pelanggaran terkait jaminan. Catatan perkara tersebut menjadi bagian lain dari rangkaian proses hukum yang melibatkan mantan suami Choi. Namun, dalam persidangan pembunuhan yang dimulai sekarang, fokus utama pengadilan adalah dakwaan terkait kematian Choi dan penanganan jasadnya. Jaksa harus membuktikan dakwaan terhadap masing-masing terdakwa berdasarkan alat bukti yang diajukan di pengadilan. Ketiga terdakwa tetap harus diperlakukan sebagai belum bersalah sampai pengadilan memberikan putusan akhir.
Persidangan dijadwalkan diawali dengan penyelesaian sejumlah persoalan pendahuluan sebelum pemilihan anggota juri dilakukan pada pekan yang sama. Setelah juri terbentuk, jaksa akan menyampaikan uraian pembukaan mengenai perkara yang diajukan terhadap para terdakwa. Senior Counsel Charlotte Draycott ditunjuk memimpin tim penuntutan. Sementara itu, ketiga terdakwa akan didampingi sejumlah pengacara dalam menghadapi perkara tersebut. Wakil Hakim Pengadilan Tinggi Brian Keith dijadwalkan memimpin jalannya persidangan. Karena tingginya perhatian publik, fasilitas siaran langsung juga dipersiapkan untuk mengakomodasi banyaknya orang yang diperkirakan mengikuti proses pengadilan.
Dimulainya persidangan membuat kembali mencuatnya berbagai detail mengenai kehidupan Choi sebelum meninggal. Selain aktif dalam dunia mode, ia dikenal melalui aktivitas sosial dan pernah terlibat dalam organisasi penyelamatan hewan. Teman-temannya menggambarkan Choi sebagai sosok yang tetap membantu keluarga mantan suaminya meskipun pernikahan mereka telah berakhir. Ia bahkan dilaporkan mempekerjakan mantan kakak iparnya sebagai sopir. Hubungan yang masih terjalin tersebut menjadi salah satu bagian yang diperiksa ketika polisi menyusun kronologi hilangnya Choi pada Februari 2023. Kasus tersebut kemudian berubah menjadi penyelidikan pembunuhan setelah polisi menemukan sebagian jasadnya di Tai Po.
Lebih dari tiga tahun setelah kematian Abby Choi, proses persidangan kini menjadi tahapan penting untuk menguji dakwaan terhadap mantan suami, mantan ayah mertua, dan mantan kakak iparnya. Pengadilan akan mendengar bukti serta argumentasi dari jaksa dan pihak pembela sebelum juri menentukan apakah dakwaan terhadap masing-masing terdakwa terbukti. Dengan jadwal sekitar 45 hari, proses tersebut diperkirakan menghadirkan kembali berbagai fakta yang sebelumnya diperoleh selama penyelidikan panjang kepolisian Hong Kong. Besarnya perhatian terhadap kasus membuat jalannya persidangan diperkirakan tetap menjadi sorotan hingga putusan diberikan. Namun, berbagai tuduhan yang selama ini beredar tetap harus dibedakan dari fakta yang akhirnya terbukti di pengadilan. Persidangan inilah yang akan menentukan pertanggungjawaban hukum dalam kasus kematian Abby Choi yang sejak 2023 mengguncang Hong Kong.




