Jakarta, 5 Mei 2026 – Aparat Kepolisian Negara Republik Indonesia berhasil membekuk komplotan pembobol rumah kosong yang beroperasi lintas provinsi. Penangkapan dilakukan di wilayah Jawa Timur setelah polisi melakukan pengembangan dari sejumlah laporan pencurian yang terjadi di berbagai daerah.
Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan beberapa pelaku yang diduga memiliki peran berbeda dalam jaringan tersebut, mulai dari pengintai lokasi, eksekutor, hingga penadah barang hasil kejahatan. Modus yang digunakan adalah menyasar rumah yang ditinggal pemiliknya dalam waktu tertentu.
Penyidik mengungkap bahwa komplotan ini telah beraksi di sejumlah kota dan merugikan banyak korban. Mereka memanfaatkan kelengahan pemilik rumah serta minimnya sistem keamanan untuk melancarkan aksinya.
Selain menangkap pelaku, aparat juga menyita berbagai barang bukti berupa hasil curian, alat yang digunakan untuk membobol rumah, serta kendaraan yang dipakai dalam menjalankan aksi. Barang-barang tersebut kini diamankan untuk keperluan penyidikan lebih lanjut.
Polisi menyatakan akan terus mengembangkan kasus ini guna mengungkap kemungkinan adanya jaringan yang lebih luas. Tidak menutup kemungkinan terdapat pelaku lain yang masih buron dan sedang dalam pengejaran.
Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat meninggalkan rumah dalam kondisi kosong. Penggunaan sistem keamanan tambahan dinilai penting untuk mencegah tindak kejahatan serupa.
Hingga saat ini, para pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif dan akan diproses sesuai hukum yang berlaku.




