Fukuoka, 3 Oktober 2026 – Pertumbuhan wisatawan asal Asia Tenggara semakin menjadi perhatian industri pariwisata di Kyushu, Jepang. Dalam Kyushu Inbound Conference yang digelar di Fukuoka, pengelola Bandara Fukuoka mengungkap pengguna bandara asal Malaysia dan Indonesia mengalami peningkatan signifikan. Perkembangan tersebut menunjukkan pasar Asia Tenggara memiliki peran yang semakin besar bagi pariwisata wilayah Jepang bagian selatan itu. Sekitar 160 pelaku industri dan pemangku kepentingan pariwisata menghadiri pertemuan untuk membahas strategi menarik lebih banyak wisatawan asing.
Fukuoka mempunyai posisi strategis sebagai salah satu pintu masuk utama menuju Kyushu. Kedekatan geografis dengan negara-negara Asia membuat bandara tersebut mempunyai potensi besar untuk mengembangkan jaringan penerbangan internasional. Peningkatan perjalanan dari Malaysia dan Indonesia menjadi peluang baru selain pasar tradisional seperti Korea Selatan, Taiwan, dan China. Pertumbuhan tersebut juga mendorong pelaku pariwisata mencari cara agar wisatawan tidak hanya singgah di Fukuoka, tetapi menjelajahi wilayah Kyushu lainnya.
Perkembangan pasar Malaysia turut didukung bertambahnya konektivitas penerbangan. Malaysia Airlines membuka kembali penerbangan langsung Fukuoka-Kuala Lumpur pada 3 September 2026 setelah tidak melayani Bandara Fukuoka selama sekitar 20 tahun. Rute tersebut beroperasi lima kali setiap pekan menggunakan Boeing 737-8 berkapasitas 174 kursi. Kehadiran penerbangan langsung memberikan pilihan perjalanan yang lebih mudah bagi wisatawan sekaligus membuka peluang pertukaran di bidang bisnis, pendidikan, dan kebudayaan.
Indonesia juga dinilai mempunyai potensi besar sebagai sumber wisatawan bagi Kyushu. Data Pemerintah Prefektur Fukuoka sebelumnya menunjukkan jumlah wisatawan Indonesia yang mengunjungi Jepang meningkat dari sekitar 160 ribu orang pada 2014 menjadi sekitar 430 ribu pada 2023. Pada periode tersebut, sekitar 15 ribu wisatawan Indonesia mengunjungi Kyushu dan Fukuoka, atau sekitar 1,7 kali jumlah pada 2019. Besarnya populasi Indonesia dan meningkatnya minat perjalanan ke Jepang membuat pasar ini terus mendapat perhatian dalam strategi pariwisata regional.
Secara keseluruhan, aktivitas pariwisata internasional Fukuoka juga terus menunjukkan pertumbuhan. Pada Juni 2026, jumlah wisatawan asing yang menginap di Fukuoka tercatat meningkat 16,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara jumlah warga asing yang masuk melalui Bandara Fukuoka dan Pelabuhan Hakata mencapai 335.336 orang atau naik 9,2 persen secara tahunan. Tingkat hunian kamar di kota tersebut pada periode yang sama mencapai 83,7 persen.
Kyushu kini berupaya memanfaatkan pertumbuhan tersebut dengan menawarkan pengalaman yang lebih beragam. Dalam konferensi pariwisata di Fukuoka, pengembangan produk wisata bernilai tambah berbasis kuliner Kyushu dan cycle tourism menjadi beberapa strategi yang dibahas. Pelaku industri juga mendiskusikan cara meningkatkan penyebaran informasi untuk menjangkau wisatawan dari berbagai negara. Strategi tersebut diharapkan membantu wisatawan menemukan destinasi di luar kawasan yang selama ini lebih dikenal secara internasional.
Meningkatnya wisatawan Indonesia, Malaysia, dan negara Asia Tenggara lainnya memberikan peluang bagi Kyushu untuk memperluas pasar pariwisata internasional. Konektivitas penerbangan, promosi digital, kuliner, wisata alam, serta kemudahan bagi wisatawan Muslim dapat menjadi faktor penting dalam mempertahankan pertumbuhan tersebut. Bagi Fukuoka, perkembangan ini juga memperkuat posisinya sebagai gerbang utama menuju Kyushu. Tantangan berikutnya adalah mengubah peningkatan jumlah pengunjung menjadi perjalanan yang lebih lama dan mendorong wisatawan menjelajahi lebih banyak daerah di kawasan tersebut.




